Hello.. pada kesempatan ini author mau sharing sebuah cerita dari salah satu sahabat mengenai kisah pertemanannya yang pertama. Dalam kesempatan ini mari kita lihat dari sudut pandang orang pertama okay… ^^

“Hallo.. Misalkan saja namaku C. Aku mau sharing tentang pengalaman pertama kali aku memiliki sahabat atau teman. Saat itu aku duduk di bangku taman kanak2, dimana itu pertam akali masuk sekolah dan mengenal teman sebaya. Sejak kecil aku tidak sulit bergaul dengan siapa saja kendati tidak terlalu akrab pula dengan siapapun. Salah satu teman dikelasku ada yang bernama S. Ia terlihat pendiam namun entah mengapa dia menyukaiku (dia cowok dan saya juga). Suka dalam arti jika denganku ia bisa tertawa dan bermain. Namun dengan sahabat yang lain ia tidak sama sekali. Bagiku ini hal biasa, karena tiap orang memiliki kecocokan dan aku hanya mencoba ramah dengan siapapun.

Tatkala sepulang sekolah hari itu, ada seorang ibu menghampiriku. Halo C, kamu teman anak saya ya S. Lain kali mau main kerumah S ya, ada banyak mainan loh dan S juga sangat suka bermain denganmu. Setiba di rumah aku bercerita kepada kedua orangtuaku bahwa ada anak yang mengajakku main kerumahnya, orangtuaku mengijinkannya setelah ditanya anak siapa dan lainnya. Selama anak senang mereka mendukung penuh. Lalu di esok harinya, benar diriku diajak oleh S yang dijemput sopir pribadinya bernama K dengan mobil mewah, baru ku tahu bahwa S adalah anak orang kaya, ayahnya pemilik perushaan yang sangat besar di daerah ini hingga ke internasional (baru tahu setelah cukup dewasa dan tidak berhubungan lagi).

Saat pertama bermain ke rumahnya, tatkala memasuki pintu utama yang sangat besar bahkan berkali lipat dr pintu yang pernah kulihat selama ini. Bagai memasuki istana, kita berlari kemanapun tidak akan menabrak. Spontan aku kegirangan dan luar biasa. S memiliki semua yang diinginkan seluruh anak pada masa itu. Ia memiliki seorang adik perempuan yang sering dipanggil N (lupa namanya). Hari berganti hari, makin sering pula aku diajak bermain kerumahnya. Hingga aku merasa ia seperti sahabat dekatku yang pertama. Dibelakang rumah S ada kolam renang yang sangat besar. Itu pengalam pertama aku berenang.

Ada cerita aneh pula soal kolam renang ini. Saati kami bermain di ajak oleh baby sitternya S ke kolam yang kering dan belum diisi air. Dikenakan pelampung pada badan kami yang aku tak tahu buat apa pakai baju kembung begini. Lalu perlahan air dikeluarkan untuk mengisi kolam. Aneh saat air itu mengenai kakiku aku merasa amat sangat takut. Bahkan saat air mulai tinggi (belum sampai mata kaki bocah) aku amat sangat ketakutan dan menangis dengan amat keras. Setelah dimarahi, aku mencoba untuk tenang dan melawan rasa takut itu. Mungkin ada hubungan dengan kehidupan lampau pernah tenggelam atau sejenisnya sehingga takut air. Perlahan-lahan air itu mulain naik hingga pinggang, lalu hingga menenggelamkan pelampung dan aku mulai mengambang. Oh ya, note. Kolam renangnya hanya satu tipe yaitu yang untuk dewasa, sehingge saat kosong, keseluruh mata memandang bagai di dalam benteng putih (warna keramiknya). Ternyata yei… aku bisa mengapung, tangisku perlahan mereda walau muka masih merah dan panas. Perlahan ku gerakkan kaki dan tubuh ini bisa bergerak di air, Wow…!!!

Hari-demi hari kami makin akrab, dan dengan adik perempuannya pun  aku cukup akrab seperti adik sendiri. Tak terasa setahun lebih kami berteman. Tapi baru kusadari belakangan bahwa ada yang ganjal dengan pertemanan kami. Yang memberi tahu ialah orangtuaku, aku sih tidak merasa saat itu. C apa kamu tidak dimanfaatkan?? Hah?? Apa itu?! Karena setiap apa yang S minta harus kulakukan dan kupenuhi bagai raja kecil. Saat ia ingin aku menemaninya, walalu saat di rmh pulang sekolah aku tertidur, sopirrnya K datang kerumah untuk menjemput dan aku digendong diajak kesana dalam keadaan tidur (kayak diculik aja). Saat di rumah tak jarang aku diomeli oleh orangtuaku, namun aku berusaha meyakin bahwa baik-baik saja, kedua orang tuanya sangat baik denganku. Bahkan ayah ibunya memintaku memanggil mereka papa dan mama, tapi entah mengapa aku tidak bisa dan tidak biasa jadi tidak kulakukan.

Persoalan sedikit demi sedikit mulai muncul beranjak kami agak dewasa, apa yang S minta selalu kupenuhi, saat aku memegang maian A, dia minta kuberikan, berikutnya kupegang B, kuberikan hingga beberapa kali lalu aku menolak memberikannya. Dan S pun marah, dia mengatakan ini semua adalah mainanku, kamu hanya menumpang disini jangan berlagak. Sejak itu aku tidak berani menyentuh mainannya. Walau bagai istana mainan kamarnya ada berbagai action figure dari luar negeri, dinosaurus, power rangers dan lainnya. Semua itu terasa seperti bola panas yang takut kusentuh. Saat adiknya meminta bantuan soal mainan dan aku tolong si S marah, jangan dekati adikku. Aku yang masih bocah tidak paham mengapa belakangan si S jadi pemarah. Lalau saat di meja makan bersama dengan papa mamanya aku diajak bicara. C apa kamu senang bermain disini? Iya (kujawab), apa kamus enang jika tinggal disini? Senang (kujawab polos karena tak enak hati dengan mereka yang sangat baik). Lalu mama S bicara, nanti liburan kenaikan kelas kami mau ke luar negeri kamu ikut ya, nanti minta ijin sama papa mama, biar om dan tante yang uruskan pasport dan lainnya.

Setiba dirumah aku bercerita, cukup lama orangtuaku berunding. Lalu mereka mengijinkan karena merasa sangat baik jika anaknya dapat kesempatan berbahagia. Belakangan aku sering meler dan batuk-batuk. Sejak kecil tiap pagi aku selalu pilek dan itu biasa saja menurutku. Hingga satu waktu agak parah dan di rontgen ke dokter, dikatakan ada flak di paru-paruku.  Tak lama kemudian, mama S datang menemui orangtuaku. Ada berita mengejutkan, mereka mau mengangkatku menjadi anak mereka, dengan berbagai janji akan amemenuhi kebutuhanku dan menyekolahkanku hingga keluar negeri, dan juga ingin membayar dengan uang yang sangat besar. Memang keluargaku saat itu dalam keadaan ekonomi yang buruk. Spontan ayahku marah besar, dan untuk waktu yang lama tidak diijinkan bermain lagi kesana. Ayahku berkata, berapapun nilainya tidak ada orangtua akan menjual anaknya.

Lalu liburan kenaikan kelas sudah dekat, dan tidak main-main, pasport sudah ada dan lainnya, aku sungguh akan diajak keluar negeri (saat itu sih sebagai bocah bodo amat, biasa aja). Dan ternyata berita paru-paruku tidak sehat sampai ketelinga orangtua S. Dan saat terakhir aku main kerumahnya S, dikamar aku bermain dengan N. Terdengar keributan besar diluar, dan S mask kekamara dengan wajah murka dan membanting pintu. Lalu menunjukku, kamu jangan pernah datang kerumahku lagi. Ya lalu sopirnya K datang untuk mengantarku pulang. Setelah merenung sendiri, sepertinya S cemburu denganku karena orangtuanya sangat perhatian denganku. Hingga beredar rumor bahwa diriku terkena TBC yang sangat menura, dan tak lama orangtuanya datang kerumah untuk membatalkan mengajakku pergi dengan alasan aku terkena gejala TBC, mereka tidak berani mengambil resiko.

Tapi yang kurasakan saat itu, sesungguhnya si S lah yang tidak setuju karena aku mau diangkat anak oleh mereka (tapi diam saja dan aku tak pernah cerita tentang kejadia buruk dirumah itu dengan orangtuaku). Dan belakangan baru kusadari bahwa selama disana aku bukan hanya bermain dengan teman sekolah, tapi sebagai pelayan raja kecil dan tatkala pelayan mau naik pangkat jadi saudara, yang benar saja. Entah sejak umur sekian mengapa S sudah berpikir soal harta dan kekuasaan begitu. Lalu kami beranjak ke sekolah dasar dan S pun pindah sekolah. Itulah perjumpaan kami terakhir. Belum lama saat SMA aku pernah melihatnya yang sudah dewasa dan adikknya. Namun seperti tak mengenali namun aku maklum dan mengerti alasannya.

Demikianlah kisah pertemanan pertamaku, bukan cerita yang menyenangkan tapi sedikitpun aku tak menyalahkannya, benci apalagi dendam. Mungkin juga karena kejadian ini kau amat sangat jarang (mungkin takut) berteman akrab dengan siapapun dan tertutup. Kendati saat ini sudah jauh lebih baik setelah bertemu berbagai macam orang yang memang demikianlah ada kelebihan ada kekurangan, ada sisi menyenangkan ada sisi menjengkelkan. Dimanapun dan sebagai apapun S, aku mengharapkan semoga engkau menjadi sukses bahkan melebihi ayahmu dahulu dan bermanfaat bagi banyak pihak.”

Demikian lah kisah sahabat kita si C, semoga ia berbahagia dan dapat bertemu dengan sahabat sejatinya. Semoga harimu dan teman-teman kalian menjadi kisah yang indah untuk dikenang, selamat malam reader.. sudah lewat tanggal 1, jadi ini boleh di post karena bukan April Mop yoo…  oyasumi… ^^v

Advertisements